Senin, 26 Maret 2012

KOTA TERKECIL DI DUNIA


Tahukah anda kota terkecil di dunia?? Baik dilihat dari luas dan penduduknya..

Ya, ini dia kota terkecil didunia dan memegang rekor dalam Guinness World Record sebagai kota terkecil di dunia yaitu Kota HUM (Kroasia)

HUM atau dalam bahasa Jerman Cholm, adalah sebuah kota yang terletak di bagian tengah Istria, Kroasia. Kota ini terketak pada ketinggian 349 m. Penduduk yang mendiami kota HUM hanya 23 orang.

Sejarah Kota Hum

Pada sisi barat kota ini tertutup oleh dinding dan di sisi sisa rumah-rumah yang dibangun ke dalam tembok pertahanan. Ini pertama kali disebutkan dalam dokumen yang berasal dari 1102, dimana pada saat itu disebut Cholm yang berasal dari Colmo nama Italia. Sebuah menara lonceng dan arloji dibangun pada tahun 1552 sebagai bagian dari pertahanan kota sebelah loggia kota. Kehadiran Gereja Paroki St Jerome (Sveti Jeromim) dengan fasad klasik ini dibangun pada tahun 1802 di sisi sebuah gereja sebelumnya yang dibangun oleh Juraj guru lokal Gržinič.
The "Hum tulisan dinding Glagolitic" yang diawetkan di dalam gereja, yang ditulis pada periode formatif Glagolitic (paruh kedua abad ke-12) dan mereka adalah salah satu contoh tertua dari budaya Kroasia sastra Glagolitic pada Abad Pertengahan. Kota museum menampilkan beberapa Glagolitic tulisan.










Sumber

Jumat, 23 Maret 2012

PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601

Definisi

     Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output di pasar.
     Terdapat tiga model umum di pasar persaingan tidak sempurna, yaitu pasar monopoli, pasar persaingan monopolistis dan oligopoli.

Pasar Monopoli
     Pasar monopoli dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual. Adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".
     Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga.

Ciri-ciri pasar monopoli :
Ø  seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak
Ø  tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis
Ø  adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar
Ø  produsen memiliki kekuatan menetukan harga

Kelebihan pasar monopoli :
Ø  Keuntungan penjual cukup tinggi
Ø  Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah

Kelemahan pasar monopoli :
Ø  Terjadi ekploitasi pembeli
Ø  Pembeli tidak ada pilihan untuk membeli barang
Ø  Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan


Pasar Monopolistis
     Adalah terdapat banyak penjual dalam suatu jenis tertentu, tetapi tiap penjual mempunyai cirri barang yang berbeda sehingga dengan perbedaan ini penjual dapat menentukan harga sendiri.

Ciri-ciri pasar monopolistis :
Ø  Terdapat banyak penjual atau produsen di pasar
Ø  Banyak yang diperjualbelikan merupakan differentiated product
Ø  Keseimbangan dalam pasar persaingan monopolstis
Ø  Persaingan mempromosi penjualan sangat aktif


Pasar Oligopoli
     Adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
     Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka.
     Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.

Jenis pasar oligoli :
- Pasar oligopoly murni (pure oligopoly)
- Pasar oligopoly dengan pembedaan (differentiated oligopoly)

Karakteristik pasar ologopli :
1. Kompetisi non harga
2. Hanya terdapat sedikit perusahaan dalam industry
3. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi
4. Produknya homogen atau terdiferensiasi

Sumber
Buku kantong ekonomi SMA IPS (M. Zamroni. S.Pd)

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601

Dari segi pembeli dan penjual, maka pasar dibedakan menjadi 2, yaitu:

1.      Pasar Persaingan Sempurna
2.      Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar Persaingan Sempurna
     adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:
·         Barang yang dijual bersifat homogeny
·         Jumlah penjual dan pembeli banyak
·         Terdapat kebebasan keluar masuk pasar, baik rugi pembeli maupun penjual
·         Ada mobilitas barang sehungga pembeli dapat memperoleh barang dalam jumlah berapapun
·         Penjual dan pembeli memahami keadaan pasar


Kebaikan pasar persaingan sempurna

Memaksimalkan Efisiensi
     Efisiensi yang dimaksud mencakup 2 aspek, yaitu efisiensi produktif dan efisiensi alokatif. Perusahaan dalam pasar persaingan sempurna akan mendapatkan untung jika biaya produksi dalam biaya paling minim.

Kebebasan bertindak dan memilih
     Pasar persaingan sempurna dapat menghindari wujud konsentrasi kekuasaan pada bagian golongan kecil di masyarakat. Umumnya, dalam pasar persaingan sempurna tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah produksi, dan jenis barang yang dproduksikan.

Keburukan pasar persaingan sempurna
·         Pasar persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
·         Pasar persaingan sempurna menimbulkan biaya social
·         Pasar persaingan sempurna membatasi pilihan konsumen
·         Biaya dalam pasar persaingan sempurna cenderung lebih tinggi
·         Distribusi pendapatan tidak merata

Sumber
Buku kantong ekonomi SMA IPS (M. Zamroni. S.Pd)

PASAR

Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601

Definisi
     Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak.
     Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi.

Klasifikasi Pasar

Pasar Trasdisional
Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Pasar ini menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya.

Pasar Modern
Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama.

Pasar Menurut Wujud

Pasar Konkret
Pasar Konkret adalah pasar yang lokasinya dapat dilihat dengan kasat mata. Misalnya ada los-los, toko-toko dan lain-lain. Di pasar konkret, produk yang dijual dan dibeli juga dapat dilihat dengan kasat mata. Konsumen dan produsen juga dapat dengan mudah dibedakan.

Pasar Abstrak
adalah pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata.konsumen dan produsen tidak bertemu secara langsung. Biasanya dapat melalui internet, pemesanan telepon dan lain-lain. Barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tapi pada umumnya melalui brosur, rekomendasi dan lain-lain.

Sumber

Rabu, 21 Maret 2012

KEUNTUNGAN MAKSIMUM


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


Definisi
     Penerimaan atau Revenue adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya.

Macam-macam Penerimaan

1. Total Penerimaan ( Total Revenue )
     total penerimaan dari hasil penjualan. 
     Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual.

     Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2. Penerimaan Rata-Rata ( Avarage Total Revenue )
    yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

3. Penerimaan Marginal ( Marginal Revenue )
    yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.

Marginal Revenue
     MR adalah pendapatan tambahan yang akan dihasilkan dengan meningkatkan penjualan produk sebesar 1 unit.
MR = ∆TR / ∆Q

Total Revenue
     TR adalah harga perusahaan akan pada unit tambahan dijual, dikurangi pendapatan yang hilang dengan mengurangi harga pada semua unit lain yang dijual sebelum penurunan harga.
TR = P . Q

Average Revenue
     AR adalah penerimaan per unit dari penjualan output.
AR = TR / Q = P.Q / Q = P Jadi AR = P

Pasar Persaingan Sempurna
Dalam pasar ini harga ditentukan oleh pasar.
Sifat-sifat dari konsep revenue sebagai berikut :
Ø  Total Revenue naik pada saat Eh dari kurva permintaan (AR) lebih dari 1 yang berarti penurunan harga 1 %, berakibat kenaikan permintaan lebih dari 1 %.

Ø  Total Revenue maksimum pada Eh = 1.
Ø  Total Revenue turun pada saat Eh < 1 yang berarti penurunan harga 1 % berakibat kenaikan permintaan kurang dari 1 %.


Keuntungan Maksimum
     Adalah keuntungan penuh dari output yang telah di produksi sebelumnya. memperoleh keuntungan, yang merupakan kepentingan perusahaán individual/pribadi (self interest). Lebih lengkap lagi, yang menjadi kepentingan pribadi tersebut adalah keinginan memperoleh keuntungan (profit)yang sebesar-besarnya dari sumber-sumber ekonomi yang sudah tertentu yang di alokasikan dalam kegiatan produksi. Dengan demikian, tujuan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya(maksimum)merupakan asumsi dalam meng-analisis perilaku produsen (individual maximization).

Pendekatan Total
     Laba Total (p)    adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC.  Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.

Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara, yaitu :
a.       Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
b.      Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.

Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.

Pendekatan Total
Pendekatan Marginal
     Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output.
     Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.
Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.

Pendekatan Marginal
Pendekatan Rata-rata
            Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.
Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna:
Pendekatan Rata-rata

     

Sumber:


Minggu, 18 Maret 2012

ONGKOS


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


Definisi

     Ongkos adalah kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.

Ongkos menurut jangka waktu yaitu, jangka pendek dan jangka panjang:

Ongkos Produksi Jangka Pendek
Dalam ongkos produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunya! peralatan- peralatan untuk produksi seperti mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diper- hatikan adalah masalah kebijaksanaan bahan baku, tenaga kerja dan lain-lain yang merupakan ongkos variabel. Jadi dalam ongkos produksi jangka pendek ini terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.

Ongkos Produksi Jangka Panjang
Dalam ongkos produksi jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang. Semua pengeluaran merupakan ongkos variabel.

Macam-Macam Ongkos

1. Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total)
    Jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh ongkos bahan mentah.

2. Total Cost (Ongkos Total)
    Penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC

3. Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap)
    Jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan.

4. Averege Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-Rata)
    Ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.

5. Marginal Cost (Ongkos Marginal)
    Tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.   

Kurva Ongkos

   adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.


kurva ongkos jangka pendek







kurva ongkos jangka panjang
        




Sumber :

Kamis, 15 Maret 2012

PERILAKU PRODUSEN


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


     Produsen dalam ekonomi adalah organisasi/kelompok/orang yang menghasilkan suatu barang/jasa yang mempunyai nilai pakai dan nilai guna untuk dikonsumsi oleh konsumen. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.

   Produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya dalam pengertian ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi berguna. Produksi bisa ditilik dari dua aspek; kajian positif terhadap hukum-hukum benda dan hukum-hukum ekonomi yang menentukan fungsi produksi, dan kajian normatif yang membahas dorongan-dorongan dan tujuan produksi.  Pembahasan mengenai nilai, norma, dan etika dalam produksi termasuk kedalam aspek normative yang banyak dikaji oleh para ahli teori sosial.

Fungsi Produksi

     adalah sebagai pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pentransformasian masukan (inputs) menjadi keluaran (outputs) berupa barang atau jasa yang akan dapat memberikan hasil pendapatan bagi perusahaan. Untuk melaksanakan fungsi tersebut diperlukan serangkaian kegiatan yang merupakan keterkaitan dan menyatu serta menyeluruh sebagai suatu sistem. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fungsi produksi dan operasi ini dilaksanakan oleh beberapa bagian yang terdapat dalam suatu perusahaan, baik perusahaan itu berupa perusahaan besar, maupun perusahaan itu adalah perusahaan kecil.

Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:
1. Proses pengolahan
2, Jasa-jasa penunjang
3. Perencanaan
4. Pengendalian atau perawatan

Fungsi Produksi Total (Total Product): TP
TP ↔ Q = f(L, K); L = tenaga kerja, K = Modal
Produksi rata-rata (Average Product): AP
APL = TP/L atau APK = TP/K
Produksi Marjinal (Marginal Product): MP
MPL = ∆TP/∆L atau MPK = ∆TP/∆K

Produksi Optimal

    adalah suatu cara meningkatkan nilai dari suatu produksi dengan pengarus variabel. Cara mengoptimalkan produksi bisa dengan meningkatkan kualitas produksi, jumlah produksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dan lain-lain. Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga.
Tingkat produksi optimal dengan menggunakan metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.

     Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :

1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.

Least Cost Combination

     adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu.


Sumber: