Selasa, 25 Oktober 2011

Tokoh Pemimpin Otokratis


Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30
Kelompok 1

Tokoh Otokratis

Mobutu Sese Seko (Presiden Zaire 1965-1997)



Joseph Desire Mobutu lahir 14 Oktober 1930 di kota Lisala, Republik Demokratik Kongo (sebelumnya dikenal sebagai Kongo Belgia) sebagai bagian dari suku Ngbandi. Nama ini kemudian ia ganti menjadi Mobutu atau Joseph Mobutu-Sese Seko, Makna dari nama barunya adalah sangat agung. Itu karena ia menganggap dirinya ksatria kukuh yang dikaruniai keterampilan, kecerdikan, dan sanggup memenangkan segala macam pertempuran.

Namun, citra namanya jauh sekali dengan perangainya semasa 30 tahun pemerintahannya. Buktinya, hanya empat tahun setelah bergabung dengan pergerakan nasionalis (1956), ia sudah berani mengkudeta pemerintahan nasionalis Patrice Lumumba, dan menyatakan diri sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Kongo.

Pada tahun 1956 letjen Mobutu lagi-lagi mengkudeta Presiden Kasavubu. Hal ini di lakukan karena ia tidak senang ada ketegangan antara Presiden Kasavubu dan Perdana Menteri Moise Tschombe. Mobutu lalu mendeklarasikan diri sebagai penguasa Kongo hingga lima tahun kedepan. Sejak saat itu ia menjadi orang yang paling berkuasa di Kongo hingga dipilih secara resmi pada tahun1970.

Satu tahun kemudian Mobutu mengganti nama Zaire menjadi Republik Zaire (1971). Ia lalu melancarkan kampanye anti-Eropa dan gencar mengkampanyekan budaya Afrika. Dari peristiwa inilah Mobutu mengganti namanya dari Dari Joseph Desire Mobutu menjadi Mobutu Sese Seko.

Pada tahun 1977 ia ditekan untuk memperbolehkan perusahaan-perusahaan Eropa berbisnis kembali di Zaire. Sadar bahwa pemerintahannya nyaris lumpuh, ia kemudian meminta bantuan Belgia untuk memerangi pemberontak di Provinsi Katanga. Beruntung, Mobutu masih bisa memepertahankan posisinya. Ia terpilih lagi menjadi presiden Republik Zaire.

Tapi kedudukan inilah yang membuat Mobutu melakukan kleptokrasi atau sebuah bentuk administrasi publik yang menggunakan uang yang berasal dari publik untuk memperkaya diri sendiri. Tidak hanya itu Mobutu juga melakukan nepotisme, dimana ia memberikan jabatan pemerintah dan militer kepada kerabat dekatnya dan sesama suku Ngbandi. Ia juga menjadikan puteranya, Nyiwa, menjadi "putra mahkota" untuk menggantikan beliau sebagai presiden, namun, rencana ini berantakan akibat kematian Nyiwa akibat penyakit AIDS tahun 1994.

Awal tahun 1990-an ekonomi Zaire tak kunjung membaik dan sejumlah perlawanan diarahkan kepadanya. Salah satu kelompok anti-Mobutu dari kalangan pemerintahan dipimpin oleh Laurent Monsengwo dan Etienne Tshisekedi Kelompok Tutsi berhasil menguasai wilayah timur Zaire.. Kelompok Tutsi tak lain adalah oposan lama Mobutu. Perlawanan dilakukan karena Mobutu pernah memberi keleluasaan pada etnis Hutu utnuk melakukan genosida (pembunuhan massal) di Rwanda tahun 1994.

Tanggal 16 Mei 1997, kelompok pemberontak Tutsi dan kelompok lain anti-Mobutu berkoalisi membentuk Kelompok Pembebasan Demokrasi Kongo-Zaire. Mereka berhasil menguasai Kinshasha. Laurent Desire Kabila muncul sebagai presiden baru. Nama Zaire dikembalikan lagi menjadi Kongo atau Republik Demokrasi Kongo. Mobutu mengungsi ke Togo. Setelah itu tinggal di Rabat, Maroko. Pada tahun yang sama (1997) ia meninggal karena penyakit kanker prostat yang merupakan salah satu penyakit yang ia derita.

*Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Mobutu_Sese_Seko

PT Niaga Harmoni Indonesia: Latar Belakang dan Struktur Organisasi


Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30
Kelompok 1




PT NIAGA HARMONI INDONESIA
(NHI)


Latar Belakang
      PT Niaga Harmoni Indonesia (NHI) adalah salah satu anak perusahaan PT Sentra Boga Handal yang bergerak dalam bidang pendistribusian makanan. Berdiri sejak awal tahun 2008 dengan kantor pusat di Jakarta. PT NHI terus membangun jaringan distribusi sekaligus memberikan peluang usaha ke beberapa daerah di Indonesia lainnya.
     PT NHI berupaya mengharumkan produk negeri sendiri baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Produk-produk yang di salurkan adalah produk yang bersumber asli dari alam Indonesia dengan kandungan gizi tinggi serta telah terdaftar pada BPOM dan LPPOM MUI.
     Usaha perusahaan tidak pernah berhenti dalam meningkatkan kualitas layanan di bidang jaringan pemasaran, armada, sarana dan prasarana logistik. Komitmen ini membawa perusahaan untuk terus berkembang dengan adanya Distribution Centre di Cibitung dan kantor-kantor cabang di Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali.

Visi
Perusahaan Distributor Nasional yang mampu bersaing secara global.

Misi
·        Berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
·    Menyediakan produk berkualitas, harga terjangkau, tempat penyimpanan yang nyaman dan layanan    pengiriman cepat serta tepat.
·    Menciptakan dan memelihara hubungan yang baik, sehat dan berkelanjutan dengan pelanggan, pemasok, karyawan, pemegang saham dan lingkungan.


Struktur Organisasi

                         Director
                                       |
                             Key Account
                                  Manger
                                       |
__________________________________________
       |                     |                       |                       |
Area Sales     Area Sales       Area Sales      Area Sales
  Manager       Manager          Manager        Manager

Tulisan 4 dan 5


Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30

Tulisan 4

Teori Organisasi
     Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terikat dengan peraturan yang ada yang telah disepakati. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Arti dari teori organisasi
     Teori Organisasi adalah suatu konsepsi, pandangan, tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi sehingga lebih dapat berhasil dan organisasi dapat mencapai sasaran yang ditetapkan.Yang dimaksud dengan masalah yaitu segala sesuatu yang memperlukan pemecahan bukan merupakan masalah.

Jadi, yang dimaksud dengan masalah organisasi adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kepentingan organisasi yang memperlukan pemecahan dan pengambilan keputusan.

     Usaha untuk memecahkan masalah berbagai msalah organisasi yang sangat kompleks itu memunculkan berbagai kajian untuk lebuh memahami efektivitas organisasi. Dari usaha intelektual itu kemudian berkembanglah berbagai teori organisasi dengan berbagai kaidah dan rumusannya.
     Teori organisasi bukan merupakan dogma dan juga bukan teori yang memiliki kebenaran mutlak. Dari berbagai teori yang dikemukakan oleh para ahli tidak satupun yang memiliki kebenaran mutlak sehingga masing-masing teori berdiri sendiri. Namun demikian teori itu saling melengkapi karena masing-masing ahli menggunakan sudut tinjauan sendiri-sendiri.

Dari sumber yang saya dapat, teori organisasi dibedakan menjadi 9 macam, yaitu:
·         Teori Organisasi Klasik
·         Teori Organisasi Birokrasi
·         Teori Organisasi Human Relations
·         Teori Organisasi Perilaku
·         Teori Organisasi Kepemimpinan
·         Teori Organisasi Fungsi
·         Teori Organisasi Pembuatan Keputusan
·         Teori Organisasi Kontigensi


Tulisan 5

     Pada tulisan 5 ini saya akan menjelaskan secara rinci tentang Teori Organisasi Klasik.

Teori Organisasi Klasik
     Teori organisasi klasik disebut juga teori organisasi tradisional, teori organisasi spesialisasi, teori formalisme, teori struktur (the structure theory of organization). Teori klasik muncul sebagai akibat dari usaha yang ditempuh untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi dengan menentukan prinsip-prinsip yang dapat dipergunakan sebagai pedoman bagi para manager dalam melaksanakan  tugas.

Menurut Henry Fayol, bahwa prinsip-prinsip ini sangat bermanfaat, tetapi bersifat sementara. Dan memandang seni manajemen terdiri dari keahlian memilih prinsip yang cocok untuk situasi tertentu.

     Di dalam teori klasik memiliki beberapa prinsip-perinsip dam konsep, yang digunakan sebagi pikiran pokok dalam mengatur sebuah organisasi.Antara lain:

Prinsip Hieraki
     Prinsip ini adalah dasar dari pmikiran teori-teori klasik. Bahwa dalam suatu organisasi harus ada wewenang dan tanggung jawab yang dijalankan oleh pimpinan tertinggi dan hingga sampai pada tingkat bawah atau personal yang bertugas sebagai pelaksana. Di sini peranan pimpinan sangat diperlukan guna mengatur system kerja organisasi agar pekerjaan dapat terarah dan terorganisir. Dengan menggunakan perinsip ini kita dapat semakin jelas mengetahui antara hubungan tanggung jawab dan kewenangan dari yang paling bawah sampai pada pimpinan yang tertinggi.

Prinsip Kesatuan Komando
     Prinsip ini menekankan bahwa sebaiknya dalam suatu organisasi hanya ada satu atasan saja yang memberikan komando kepada bawahan supaya ada kesatuan komando dan koordinasi yang seragam sehingga tidak membuat bawahan menjadi bingung. Tetapi hal ini ditentang oleh Frederick Taylor dalam pendapatnya yang bertajuk “Functional Foreman” yang berisi “ Bahwa setiap bawahan mengenai aspek yang sama dari pekerjaannya hanya boleh tunduk pada satu atasan langsung.”. dalam menyikapi dua hal yang berbeda ini kita sebaiknya dapat membagi pekerjaan menjadi lebih spesifik lagi dan di dalamnya terdapat seorang kordinator yang bertanggung jawab atas segala sesuatu hal yabg terjadi di dalamnya. hal ini akan dapat mengurangi kesalah pahaman yang terjadi dalam organisasi tersebut yang diakibatkan oleh tumpang tindihnya perintah dari atasan.

Prinsip Sepesialisasi
     Untuk mencapai efisiensi kerja dalam melaksanakan fungsi-fungsi dalam organisasi, maka diperlukan pembagian kerja yang sistematis menurut keahlian tap-tiap pribadi. Hal ini akan dapt semakin memaksimalkan hasil dan prestasi pekerjaan yang dicapai.

Prinsip Jangkauan Terbatas
     Dikatakan bahwa dalam suatu pengawasan yang dilakukan atasan hendaknya ada batasan. Hal ini dimungkinkan bahwa kemampuan seseorang sangatlah terbatas antara lain ; terbatasnya waktu , kekuatan fisik , kesanggupan apakah seorang atasan akan dapat secara terus menerus dapat mengontrol pikiran atau cara kerja seorang bawahan. Tetapi prinsip ini tidak jelas karena tidak disebutkan secara pasti batasan-batasan itu. Walaupun prinsip ini sudah dihilangkan oleh para penentang Teori Klasik karena tidak ada dasar angka teoritis namun prinsip ini memiliki kelebihan untuk memberikan batasan kepada atasan dalam mengawasi bawahan agar tidak semena-mena terhadap atasannya.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tulisan 1, 2, dan 3

Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30

Tulisan 1

Unsur-Unsur Organisasi.
     Secara sederhana unsur organisasi ada tiga unsur, meliputi orang-orang, kerjasama, dan tujuan bersama. Tetapi tiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, akan tetapi saling berhubungan sehingga merupakan suatu kesatuan yang utuh.
     Unsur-unsur organisasi:
1. Man
2. Kerjasama
3.Tujuan bersama
4. Peralatan.
5. Lingkungan (Environment)
6. Kekayaan alam
7. Kerangka atau kontruksi mental organisasi

     Pada tulisan yang pertama ini saya akan menjelaskan secara detail tentang unsur-unsur organisasi yang meliputi ‘Lingkungan (Environment)’.

Lingkungan (Environment)
     Yang termasuk faktor lingkungan ini misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomis, dan teknologis. Termasuk dalam unsur lingkungan, antara lain :
·         Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap gaya gerak dan kehidupan organisasi, karena kondisi/situasi yang akan selalu mengalami perubahan.
·         Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi yang harus dilakukan oleh organisasi.
·         Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi.

Untuk wilayah operasi saya akan menjelaskan secara detail di tulisan kedua.


Tulisan 2

     Pada tulisan kedua ini masih ada hubungannya tentang unsur organisasi di bidang linkungan (environment), yaitu saya akan menjelaskan tentang wilayah operasi.
     Wilayah operasi dibedakan menjadi :
·         Wilayah kegiatan, menyangkut jenis kegiatan atau macam kegiatan apa saja yang boleh dilakukan sesuai dengan tujuan organisasi.
·         Wilayah jangkauan atau Wilayah teritorial, menyangkut wilayah atau daerah organisasi.
·         Wilayah personil, menyangkut semua pihak (orang-orang, badan-badan) yang mempunyai hubungan dan kepentingan dengan organisasi.
·         Wilayah kewenangan atau kekuasaan, menyangkut semua urusan persoalan kewajiban tugas dan tanggung jawab dan kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam batas-batas tertentu yang tidak boleh dilampaui sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Tulisan 3

     Pada tulisan ketiga ini masih ada hubungannya dengan unsur-unsur organisasi, yang membedakan dengan tulisan sebelumnya yaitu, tulisan ini mencakup tentang ‘kerangka atau kontruksi mental organisasi.

Kerangka atau Kontruksi Mental Organisasi
     Kontruksi mental organisasi ini merupakan prinsip-prinsip organisasi. Organisasi modern dibangun dan digerakan berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
·         Pembagian tugas (division of work)
·         Pendelegasian wewenang (delegation of outhority)
·         Disiplin (discipline)
·         Kesatuan perintah (unity of command)
·         Kesatuan arah (unity of direction)
·         Rentangan pengawasan (spon of control)
·         Koordinasi (coordination)
·         Jenjang oerganisasi (hierarchy)
·         Sentralisasi (centralization)
·         Inisiatif (inisiative)
·         Kesatuan jiwa korp (esprit de corp)