Senin, 14 Maret 2011

IBD BAB II

Nama  : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM   : 10110601
Kelas   : 1KA26

IBD BAB II
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


Unsur-unsur yang Membangun Manusia :

Manusia itu terdiri dari empat unsur yang sating terkait, yaitu
a. Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang nampat pada luamya, dapat diraba dan difoto, dan
                        menempati ruang dan waktu.
b. hayat, yaitu : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
c. roh, yaitu     : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami
                          kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat
                          lahimya kebudayaan.
d. nafsu, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

Hakekat Manusia :

a.    Ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena mempunyai akal, budi, dan perasaan.
b.    Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi
     kebutuhan-kebutuhannya.
c.    Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan  
     sosial.
d.   yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya
     dan mampu menentukan nasibnya.
e.    Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai
    (tuntas) selama hidupnya.
f.     Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya
     sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
g.    Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi
     yang tak terbatas
h.    Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
i.      Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa
     berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.

*sumber : http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_12.html


Pengertian Kebudayaan Menurut Para Tokoh :

1. Melville J. Herkovits
    Kebudayaan sebagai suatu yang superorganis karena dapat diwariskan secara turun-temurun dari
    generasi ke generasi lain.
2. Edward B. Taylor
    Kebudayaan sebagai hal kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,
    hukum, adat istiadat, kemampuan-kemampuan, kebiasaan-kebiasaan atau semua hal yang dimiliki
    manusia sebagai anggota masyarakat.
3. Koentjaraningrat
    Kebudayaan sebagai  keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka
    kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

4. A.L Krober dan C. Kluckhon
    kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
5. Selo Soemardjan dan Soelaeman sumardi
    Kebudayaan sebagai semua hasil karya rasa dan cipta masyarakat.
6. Arkeolog R. Seokmono
    Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah
    pikiran dan dalam penghidupan.
7. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
    Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk
    yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara
    genetikal.

Unsur-Unsur Kebudayaan

Menurut  Melville J. Herkovits :
1. Sistem norma-norma yang memungkinkan kerja sama antara anggota masyarakat
2. Organisasi ekonomi
3. Alat-alat dan lembaga atau petugas pendidikan seperti keluarga, dan
4. Organisasi kekuatan

Menurut Clyde Kluckhohn :
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
2. Mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi
3. Sistem kemasyarakatan
4. Bahasa
5. Kesenian
6. Sistem pengetahuan
7. Sistem kepercayaan


Wujud Kebudayaan

1. Kompleks gagasan , konsep dan pikiran manusia
          - sifatnya abstrak , tak dapat dilihat dan berpusat di kepala manusia
             contoh : tata tertib ujian di Gunadarma, cita-cita Gunadarma dan sebagainya
       - disebut sistem sosial.

      2. Kompleks aktifitas
          - sifatnya kongkrit, berupa aktifitas manusia yang saling berinteraksi
             contoh : karyawan yang sedang mengetik di ruangan kantor Gunadarma
          - disebut system social

      3. Benda
   - sifatnya kongkrit , berwujud kebendaan
     contoh: sederetan buku-buku yang ada di perpustakaan


Perubahan Kebudayaan

          Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolisasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat sekitarnya
Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah dari kebudayaan tadi.Dimana gerak manusia terjadi oleh karena ia mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lainnya.

Terjadinya gerak / perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1.    sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya: peruban jumlah
     dan komposisi penduduk
2.    sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Seperti masyarakat yang
     hidupnya terbuka yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain
     cenderung untuk berubah lebih cepat.
Contoh: antara masyarakat di kota dengan masyarakat di pedesaan ( yang sangat terisolasi ) maka akan dengan cepat mengalami perubahan di kota dibanding dengan di desa tersebut , seperti misalnya mode pakaian , rambut dsb.
Perubahan ini selain karena jumlah penduduk dan komposisinya juga karena adanya difusi (penyebaran) kebudayaan , penemuan-penemuan baru khususnya teknologi dan inovasi.

Hubungan Antara Manusia dan Kebudayaan

Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Ekstemalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
    Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia

2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang
    terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala
    pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.

3. Intemalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa
    manusia mempelajari kembali masyarakamya sendiri agar dia dapat hidup dengan .baik, sehingga
    manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

*Sumber: Buku Sosiologi SMA Kelas XI, penerbit ESIS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar