Minggu, 18 Maret 2012

ONGKOS


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


Definisi

     Ongkos adalah kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.

Ongkos menurut jangka waktu yaitu, jangka pendek dan jangka panjang:

Ongkos Produksi Jangka Pendek
Dalam ongkos produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunya! peralatan- peralatan untuk produksi seperti mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diper- hatikan adalah masalah kebijaksanaan bahan baku, tenaga kerja dan lain-lain yang merupakan ongkos variabel. Jadi dalam ongkos produksi jangka pendek ini terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.

Ongkos Produksi Jangka Panjang
Dalam ongkos produksi jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang. Semua pengeluaran merupakan ongkos variabel.

Macam-Macam Ongkos

1. Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total)
    Jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh ongkos bahan mentah.

2. Total Cost (Ongkos Total)
    Penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC

3. Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap)
    Jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan.

4. Averege Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-Rata)
    Ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.

5. Marginal Cost (Ongkos Marginal)
    Tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.   

Kurva Ongkos

   adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.


kurva ongkos jangka pendek







kurva ongkos jangka panjang
        




Sumber :

Kamis, 15 Maret 2012

PERILAKU PRODUSEN


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


     Produsen dalam ekonomi adalah organisasi/kelompok/orang yang menghasilkan suatu barang/jasa yang mempunyai nilai pakai dan nilai guna untuk dikonsumsi oleh konsumen. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.

   Produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya dalam pengertian ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi berguna. Produksi bisa ditilik dari dua aspek; kajian positif terhadap hukum-hukum benda dan hukum-hukum ekonomi yang menentukan fungsi produksi, dan kajian normatif yang membahas dorongan-dorongan dan tujuan produksi.  Pembahasan mengenai nilai, norma, dan etika dalam produksi termasuk kedalam aspek normative yang banyak dikaji oleh para ahli teori sosial.

Fungsi Produksi

     adalah sebagai pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pentransformasian masukan (inputs) menjadi keluaran (outputs) berupa barang atau jasa yang akan dapat memberikan hasil pendapatan bagi perusahaan. Untuk melaksanakan fungsi tersebut diperlukan serangkaian kegiatan yang merupakan keterkaitan dan menyatu serta menyeluruh sebagai suatu sistem. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fungsi produksi dan operasi ini dilaksanakan oleh beberapa bagian yang terdapat dalam suatu perusahaan, baik perusahaan itu berupa perusahaan besar, maupun perusahaan itu adalah perusahaan kecil.

Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:
1. Proses pengolahan
2, Jasa-jasa penunjang
3. Perencanaan
4. Pengendalian atau perawatan

Fungsi Produksi Total (Total Product): TP
TP ↔ Q = f(L, K); L = tenaga kerja, K = Modal
Produksi rata-rata (Average Product): AP
APL = TP/L atau APK = TP/K
Produksi Marjinal (Marginal Product): MP
MPL = ∆TP/∆L atau MPK = ∆TP/∆K

Produksi Optimal

    adalah suatu cara meningkatkan nilai dari suatu produksi dengan pengarus variabel. Cara mengoptimalkan produksi bisa dengan meningkatkan kualitas produksi, jumlah produksi, manfaat produksi, bentuk fisik produksi, dan lain-lain. Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga.
Tingkat produksi optimal dengan menggunakan metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.

     Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :

1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.

Least Cost Combination

     adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. ISoquant atau Isoproduct Curve adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan kombinasi 2 input variable dengan tingkat putput tertentu.


Sumber:


Kamis, 08 Maret 2012

ORANG TERKAYA DI DUNIA 'CARLOS SLIM HELU'


   Siapakah Carlos Slim Helu itu? Carlos Slim Helu adalah orang yang mempengaruhi industri telekomunikasi di Meksiko dan juga hampir di seluruh Amerika Latin. Dan Ia baru di nobatkan oleh Forbes sebagai orang yang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai $69 miliar/ Rp627,84 triliun. Berarti ini adalah untuk kedua kalinya secara berturut-turut Ia menjadi orang yang terkaya di dunia ini. Walaupun harta kekayaan yang Ia miliki turun sekitar $5 miliar daripada tahun lalu karena turunnya harga saham raksasa telekomunikasi America Movil tetapi Carlos Slim tetap menjadi orang terkaya di dunia dan Ia  mengalahkan orang yang paling dermawan di dunia ini yaitu Bill Gates yang berada di urutan kedua.

    Carlos Slim Helu adalah pemimpin utama dan CEO perusahaan telekomunikasi Teléfonos de México dan América Móvil pada tahun 2011. Tujuannya: kerja-kerja filantropis yang akan mengembangkan kemampuan manusia.

Biografi Carlos Slim

     Carlos Slim Helu  lahir di Mexico City, tanggal 28 Januari 1940 , dari pasangan Kristen Maronite Julián Slim Haddad dan Linda Helu. Keduanya menikah pada bulan Agustus 1926 dan merupakan keturunan Lebanon. Ayahnya, yang lahir dengan nama Khalil Slim Haddad, pada masa mudanya melarikan diri ke Meksiko pada tahun 1902 untuk menghindari pemerintahan militer keras dari Kekaisaran Ottoman. Ibunya, Linda Helú, lahir in Parral, Chihuahua, dari orang tua imigran asal Lebanon yang datang ke Meksiko pada akhir abad ke-19. Kedua orang tuanya adalah perintis majalah berbahasa Arab pertama untuk komunitas Lebanon-Meksiko dengan sebuah mesin cetak yang dibawa saat bermigrasi.
     Pada tahun 1911, Julian mendirikan toko bahan pakaian La Estrella del Oriente. Kemudian tahun 1921, ia membeli sejumlah rumahan mewah di distrik komersial pusat kota Mexico City, yang menjadi penyumbang besar kekayaannya.

Kiprah Carlos Slim hingga sekarang

     Carlos Slim merupakan wakil Presiden Komisaris dari Mexican Stock Exchange dan Presiden Komisaris pada perusahaan Mexican Association of Brokerage Houses. Dia juga merupakan Presiden pertama pada perusahaan New York Stock Exchange Administration Council yang bekerja pada tahun 1996-1998.

     Slim juga dikenal sebagai orang dibalik berkembangnya industri keuangan di Meksiko, yang dinamakan Grup Carso, disamping perusahaan lainnya yaitu jaringan usaha ritel CompUSA. Pada umurnya yang ke-28 ia dinobatkan sebagai Pengusaha Terbaik di Meksiko. Selain itu, dia juga mengepalai beberapa perusahaan terkemuka seperti Teléfonos de Mexico, América Móvil, dan Grup Financiero Inbursa.

     Tahun 2000, dia mendirikan Fundación del Centro Histórico de la Ciudad de México A.C (Mexico City Historic Downtown Foundation) yang memiliki tujuan merevitalisasi dan menyelamatkan pusat kota Meksiko yang memiliki nilai sejarah tinggi sehingga sekaligus memungkinkan orang-orang memiliki kesempatan hidup yang lebih baik serta akses hiburan yang lebih memadai di area bersejarah ini.

     Slim juga mendirikan proyek Latin America Development Fund. Proyek ini sendiri memiliki dana hingga mencapai 10 Milyar Dollar untuk tahun depan.

"Carlos Slim merupakan filantropis (orang-orang yang gemar beramal) terpenting dunia yang tidak pernah dikenal orang kebanyakan.”

Slim kini menghabiskan hari-harinya bekerja di Yayasan Carlos Slim dan Yayasan Telmex.

Sumber :

Sabtu, 03 Maret 2012

PERILAKU KONSUMEN


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


Latar Belakang

     Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
     Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Definisi perilaku konsumen menurut tokoh:

Engel, Blackwell dan Miniard : Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.

Hanna & Wozniak : Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi

The American Marketing Association : Perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya.

     Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama yaitu dimana sang konsumen merancang strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan potongan harga (diskon) untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran atau liburan anak sekolah (tahun ajaran baru) maka pembuat keputusan akan merencanakan harga tiket transportasi untuk liburan tersebut. Ketiga, yaitu dalam hal pemasaran sosial, yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Misalnya dengan membuat surat kabar melalu media cetak maupun madia internet untuk memberikan suatu informasi kepada masyarakat. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.

Pendekatan Perilaku Konsumen

     Dalam melakukan kegiatan konsumsinya, perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu, pendekatan cardinal dan pendekatan ordinal.

Pendekatan Kardinal
     Pendekatan kardinal atau sering disebut dengan teori nilai subyektif, dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitif atau dapat diukur, dimana keseimbangan konsumen dalam memaksimumkan kepuasan atas konsumsi berbagai macam barang, dilihat dari seberapa besar uang yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya. Oleh karena itu keseimbangan konsumen dapat dicari dengan pendekatan kuantitatif.
     Menurut pendekatan ini juga, daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung pada subjek yang menilai. Pendekatan ini juga mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka akan semakin diminati.

Asumsi dasar dari pendekatan kardinal :
1. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
2. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan.
3. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu
    satuan.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin
    kecil.
4. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang,
    sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya.
   
Pendekatan Ordinal
     Pendekatan ordinal atau sering juga disebut analisis Kurva indeference, manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantitif atau tidak dapat diukur.
     Pendakatan ini muncul karena adanya keterbatasan – keterbatasan yang ada pada pendekatan cardinal, meskipun bukan berarti pendekatan cardinal tidak memiliki kelebihan. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah independent curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama.

Asumsi dasar dari pendekatan ordinal :
1. Konsumen rasional.
2. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu.
3. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum.
4. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar  
    kecilnya daya guna.

Konsep Elastisitas
     Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
     Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang akan terjadi jika harga barang/jasa dinaikkan.

Macam-macam koefisien elastisitas :

a. Elastisitas Harga Permintaan : Perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang
    diminta  dengan persentase perubahan harga barang.

b. Elastisitas Harga Penawaran : Perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang
    ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang.

c. Elastisitas Silang : Pengaruh perubahan harga barang X terhadap jumlah barang Y yang
   diminta. Elastisitas silang barang komplementer bersifat negatif, sedangkan elastisitas silang
   barang substitusi bersifat positif.

d. Elastisitas Pendapatan : Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan
    konsumer yang akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh
    perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.


Sumber

http://www.informasiku.com/2011/04/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen
http://y4zmanies.wordpress.com/2010/05/06/pendekatan-perilaku-konsumen/