Sabtu, 03 Maret 2012

PERILAKU KONSUMEN


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


Latar Belakang

     Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
     Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Definisi perilaku konsumen menurut tokoh:

Engel, Blackwell dan Miniard : Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.

Hanna & Wozniak : Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi

The American Marketing Association : Perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya.

     Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama yaitu dimana sang konsumen merancang strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan potongan harga (diskon) untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran atau liburan anak sekolah (tahun ajaran baru) maka pembuat keputusan akan merencanakan harga tiket transportasi untuk liburan tersebut. Ketiga, yaitu dalam hal pemasaran sosial, yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Misalnya dengan membuat surat kabar melalu media cetak maupun madia internet untuk memberikan suatu informasi kepada masyarakat. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.

Pendekatan Perilaku Konsumen

     Dalam melakukan kegiatan konsumsinya, perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu, pendekatan cardinal dan pendekatan ordinal.

Pendekatan Kardinal
     Pendekatan kardinal atau sering disebut dengan teori nilai subyektif, dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitif atau dapat diukur, dimana keseimbangan konsumen dalam memaksimumkan kepuasan atas konsumsi berbagai macam barang, dilihat dari seberapa besar uang yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya. Oleh karena itu keseimbangan konsumen dapat dicari dengan pendekatan kuantitatif.
     Menurut pendekatan ini juga, daya guna dapat diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna tergantung pada subjek yang menilai. Pendekatan ini juga mengandung anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka akan semakin diminati.

Asumsi dasar dari pendekatan kardinal :
1. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
2. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan.
3. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu
    satuan.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin
    kecil.
4. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang,
    sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya.
   
Pendekatan Ordinal
     Pendekatan ordinal atau sering juga disebut analisis Kurva indeference, manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantitif atau tidak dapat diukur.
     Pendakatan ini muncul karena adanya keterbatasan – keterbatasan yang ada pada pendekatan cardinal, meskipun bukan berarti pendekatan cardinal tidak memiliki kelebihan. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah independent curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama.

Asumsi dasar dari pendekatan ordinal :
1. Konsumen rasional.
2. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu.
3. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum.
4. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar  
    kecilnya daya guna.

Konsep Elastisitas
     Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
     Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang akan terjadi jika harga barang/jasa dinaikkan.

Macam-macam koefisien elastisitas :

a. Elastisitas Harga Permintaan : Perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang
    diminta  dengan persentase perubahan harga barang.

b. Elastisitas Harga Penawaran : Perbandingan antara persentase perubahan jumlah barang yang
    ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang.

c. Elastisitas Silang : Pengaruh perubahan harga barang X terhadap jumlah barang Y yang
   diminta. Elastisitas silang barang komplementer bersifat negatif, sedangkan elastisitas silang
   barang substitusi bersifat positif.

d. Elastisitas Pendapatan : Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan
    konsumer yang akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh
    perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.


Sumber

http://www.informasiku.com/2011/04/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen
http://y4zmanies.wordpress.com/2010/05/06/pendekatan-perilaku-konsumen/

Kamis, 01 Maret 2012

PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


Latar Belakang


Teori penawaran (demand) dan permintaan (supply) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen,

Permintaan (Demand)
  Permintaan adalah jumlah keseluruhan barang dan jasa yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai macam hukum tingkat permintaan harga. Masyarakat selaku konsumen harus membeli barang atau jasa keperluannya di pasar. Keadaan ini mengandaikan bahwa barang atau jasa itu memiliki tingkat harga tertentu. Adanya berbagai macam harga di pasar selanjutnya mengandaikan adanya kondisi yang mempengaruhi. Adapun unsure-unsur yang terdapat pada permintaan yakni barang atau jasa, harga dan kondisi yang mempengaruhi


Hukum Permintaan (Demand)
     Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta.
    
Bunyi hukum permintaan :
“bila harga naik, jumlah barang yang diminta akan turun. Bila harga turun, jumlah barang yang diminta akan naik”.

     Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
a. Selera konsumen (taste)
b. Harga barang itu sendiri (cenderung naik dan turun)
c. Tingkat pendapatan rakyat (income)
d. Ada tidaknya barang lain (substitusi dan komplementer)
e. Jumlah penduduk yang mengkonsumsi barang tersebut



Penawaran (Supply)
    Jumlah keseluruhan barang atau jasa yang akan dijual atau ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga.

Hukum Penawaran (Supply)
     Hukum penawaran adalah semakin tinggi harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

Bunyi hukum penawaran:
“bila harga naik, jumlah barang yang ditawarkan juga akan naik. Sedangkan bila harga turun, jumlah barang yang di tawarkan juga akan turun”.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran
a. Harga barang itu
b. Harga barang lain yang erat hubungannya
c. Teknologi
d. Biaya produksi
e. Tujuan perusahaan

Harga Keseimbangan (Ekuilibrium)
  Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

 











Rumus Keseimbangan Pasar:
Qd = Qs
Ps = Pd

ket:
E   = Titik Keseimbangan
Qd = Jumlah Permintaan
Qs = Jumlah Penawaran
Ps = Harga Penawaran
Pd = Harga Permintaan


Sumber:


FENOMENA MIDNIGHT SUN


    Matahari tengah malam atau midnight sun adalah fenomena alam yang terjadi pada bulan-bulan musim panas (summer) di lintang utara dekat Lingkaran Arktik (kutub utara) dimana matahari masih terlihat di tengah malam pada waktu lokal apabila cuaca cerah.

     Pada bulan Mei banyak sekali turis Asia, Eropa Tengah akan berkunjung ke ujung utara bumi itu untuk menyaksikan fenomena alam tsb. Salah satu kota tujuan untuk wisata ‘Midnight Sun’ itu adalah Tromso, Bodo, Hammerfest dan Nordkapp. Tromso adalah kota besar terakhir sebelum memasuki kawasan lingkaran kutub utara. Kota ini terletak 69°40′ Lintang Utara, dan hanya berjarak 350 km dari situ. Pada setiap bulan Mei, matahari akan tenggelam dan langsung terbit di cakrwala kota Tromso. Nah turis-turis mancanegara biasanya berdatangan pada bulan bulan ini.
    
     Negara yang bisa merasakan fenomena ini antara lain: Kanada, AS, Denmark (Greenland), Norwegia, Swedia, Finlandia, Rusia dan Islandia. Seperempat wilayah Finlandia berada di bagian utara lingkaran Arktik. Di daerah Svalbard, Norwegia, kita tidak akan bisa melihat sunset alias matahari terbit mulai tanggal 19 April sampai tanggal 23 Agustus. Bahkan ekstrimnya di beberapa daerah di kutub, matahari akan terus nampak selama 6 bulan. Bayangkan ketika agan bangun "pagi" ternyata langit masih gelap.

     Kebalikan dari fenomena ini disebut polar night, terjadi saat musim dingin ketika matahari tetap berada di bawah horizon (ufuk) sepanjang hari.

     Durasi midnight sun akan meningkat dari hari ke hari selama titik balik matahari pada musim panas di lingkaran kutub kemudian akan mencapai 6 bulan pada kutub.

     Di daerah kutub itu sendiri, matahari hanya terbit dan terbenam sekali dalam setahun. Sekali lagi, hanya terbit dan terbenam sekali dalam setahun. Selama 6 bulan ketika matahari berada di atas ufuk, matahari akan terus bergerak di sekitar ufuk, dan mencapai ketinggian tertinggi saat titik balik matahari pada saat musim panas.


RUANG LINGKUP EKONOMI


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


Definisi
     Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan
     Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."

Metodologi
Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga
     Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.

Masalah ekonomi bagi produsen
Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi oleh produsen :
a. Barang apa yang harus diproduksi (what)
b. Bagaimana barang tersebut diproduksi (why)
c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (what for)

Masalah ekonomi yang dihadapi konsumen
Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumen akan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat pendapatan atau penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.

Pengaruh mekanisme harga
     Krisis finansial global yang terjadi sejak akhir tahun 2007 telah menyebabkan perlambatan ekonomi global secara bertahap. Diperkirakan daya beli masyarakat menurun. Banyak pihak mengatakan bahwa krisis hanya terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun perlu diingat bahwa sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang tumbuh (energing market) menguasai 60% pangsa pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara-negara maju. Karena itu, jika terjadi penurunan permintaan, pasti akan berdampak terhadap permintaan barang-barang dari negara-negara yang sedang tumbuh (emerging countries). Tentu hal ini akan berakibat pada menurunnya kinerja berbagai sektor usaha, khususnya industri.

Sistem Perekonomian

Sistem Ekonomi Tradisional
     Merupakan suatu sistem ekonomi yang masih menggunakan faktor-faktor produksi dengan pola tradisional atau adat kebiasaan yang tergantung pada faktor alam. Mtoivasi kegiatan ekonominya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan bersama.

Sistem Ekonomi Pasar
     Adalah suatu sisten ekonomi yang sebagian besar barang-barang kapital baik yang buatan manusia maupun buatan alam yang dimiliki swasta. Proses produksi, distribusi, dan konsumsinya dilaksanakan dalam rangka mencari laba yang sebesar-besarnya oleh pemilik.

Sistem Ekonomi Terpusat
     Suatu sistem ekonomi yang seluruh kebijakan perekonomiannya ditentukan oleh pemerintah. Motivasi kegiatan ekonomi nya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dan untuk kemakmuran negara.

Sistem Ekonomi Campuran
     Merupakan sistem ekonomi hasil dari perpaduan dari sistem ekonmi pasar dengan sistem ekonomi terpusat sehingga kelemahan-kelemahan yang ada pada kedua sistem tersebut dapat diatasi. Pada sistem ekonomi ini ada kebebasan bagi perseorangan dan swasta untuk ikut dalam kegiatan ekonomi.

Sistem Ekonomi Indonesia
     Dikenal sebagai Demokrasi Ekonomi merupakan Sistem Ekonomi yang dijalankan oleh Indonesia. Pda sistem ini, kegiatan produksi dilakukan oleh semua, untuk semua, dan dibawah pimpinan atau kepemilikan oleh anggota-anggota masyarakat. Motivasi kegiatan ekonominya dalah untuk kemakmuran masyarakat dengan memenuhi kebutuhannya dan mengembangkan keselarasan, keserasian serta keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat.

Sumber:


Selasa, 25 Oktober 2011

Tokoh Pemimpin Otokratis


Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30
Kelompok 1

Tokoh Otokratis

Mobutu Sese Seko (Presiden Zaire 1965-1997)



Joseph Desire Mobutu lahir 14 Oktober 1930 di kota Lisala, Republik Demokratik Kongo (sebelumnya dikenal sebagai Kongo Belgia) sebagai bagian dari suku Ngbandi. Nama ini kemudian ia ganti menjadi Mobutu atau Joseph Mobutu-Sese Seko, Makna dari nama barunya adalah sangat agung. Itu karena ia menganggap dirinya ksatria kukuh yang dikaruniai keterampilan, kecerdikan, dan sanggup memenangkan segala macam pertempuran.

Namun, citra namanya jauh sekali dengan perangainya semasa 30 tahun pemerintahannya. Buktinya, hanya empat tahun setelah bergabung dengan pergerakan nasionalis (1956), ia sudah berani mengkudeta pemerintahan nasionalis Patrice Lumumba, dan menyatakan diri sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Kongo.

Pada tahun 1956 letjen Mobutu lagi-lagi mengkudeta Presiden Kasavubu. Hal ini di lakukan karena ia tidak senang ada ketegangan antara Presiden Kasavubu dan Perdana Menteri Moise Tschombe. Mobutu lalu mendeklarasikan diri sebagai penguasa Kongo hingga lima tahun kedepan. Sejak saat itu ia menjadi orang yang paling berkuasa di Kongo hingga dipilih secara resmi pada tahun1970.

Satu tahun kemudian Mobutu mengganti nama Zaire menjadi Republik Zaire (1971). Ia lalu melancarkan kampanye anti-Eropa dan gencar mengkampanyekan budaya Afrika. Dari peristiwa inilah Mobutu mengganti namanya dari Dari Joseph Desire Mobutu menjadi Mobutu Sese Seko.

Pada tahun 1977 ia ditekan untuk memperbolehkan perusahaan-perusahaan Eropa berbisnis kembali di Zaire. Sadar bahwa pemerintahannya nyaris lumpuh, ia kemudian meminta bantuan Belgia untuk memerangi pemberontak di Provinsi Katanga. Beruntung, Mobutu masih bisa memepertahankan posisinya. Ia terpilih lagi menjadi presiden Republik Zaire.

Tapi kedudukan inilah yang membuat Mobutu melakukan kleptokrasi atau sebuah bentuk administrasi publik yang menggunakan uang yang berasal dari publik untuk memperkaya diri sendiri. Tidak hanya itu Mobutu juga melakukan nepotisme, dimana ia memberikan jabatan pemerintah dan militer kepada kerabat dekatnya dan sesama suku Ngbandi. Ia juga menjadikan puteranya, Nyiwa, menjadi "putra mahkota" untuk menggantikan beliau sebagai presiden, namun, rencana ini berantakan akibat kematian Nyiwa akibat penyakit AIDS tahun 1994.

Awal tahun 1990-an ekonomi Zaire tak kunjung membaik dan sejumlah perlawanan diarahkan kepadanya. Salah satu kelompok anti-Mobutu dari kalangan pemerintahan dipimpin oleh Laurent Monsengwo dan Etienne Tshisekedi Kelompok Tutsi berhasil menguasai wilayah timur Zaire.. Kelompok Tutsi tak lain adalah oposan lama Mobutu. Perlawanan dilakukan karena Mobutu pernah memberi keleluasaan pada etnis Hutu utnuk melakukan genosida (pembunuhan massal) di Rwanda tahun 1994.

Tanggal 16 Mei 1997, kelompok pemberontak Tutsi dan kelompok lain anti-Mobutu berkoalisi membentuk Kelompok Pembebasan Demokrasi Kongo-Zaire. Mereka berhasil menguasai Kinshasha. Laurent Desire Kabila muncul sebagai presiden baru. Nama Zaire dikembalikan lagi menjadi Kongo atau Republik Demokrasi Kongo. Mobutu mengungsi ke Togo. Setelah itu tinggal di Rabat, Maroko. Pada tahun yang sama (1997) ia meninggal karena penyakit kanker prostat yang merupakan salah satu penyakit yang ia derita.

*Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Mobutu_Sese_Seko

PT Niaga Harmoni Indonesia: Latar Belakang dan Struktur Organisasi


Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30
Kelompok 1




PT NIAGA HARMONI INDONESIA
(NHI)


Latar Belakang
      PT Niaga Harmoni Indonesia (NHI) adalah salah satu anak perusahaan PT Sentra Boga Handal yang bergerak dalam bidang pendistribusian makanan. Berdiri sejak awal tahun 2008 dengan kantor pusat di Jakarta. PT NHI terus membangun jaringan distribusi sekaligus memberikan peluang usaha ke beberapa daerah di Indonesia lainnya.
     PT NHI berupaya mengharumkan produk negeri sendiri baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Produk-produk yang di salurkan adalah produk yang bersumber asli dari alam Indonesia dengan kandungan gizi tinggi serta telah terdaftar pada BPOM dan LPPOM MUI.
     Usaha perusahaan tidak pernah berhenti dalam meningkatkan kualitas layanan di bidang jaringan pemasaran, armada, sarana dan prasarana logistik. Komitmen ini membawa perusahaan untuk terus berkembang dengan adanya Distribution Centre di Cibitung dan kantor-kantor cabang di Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali.

Visi
Perusahaan Distributor Nasional yang mampu bersaing secara global.

Misi
·        Berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
·    Menyediakan produk berkualitas, harga terjangkau, tempat penyimpanan yang nyaman dan layanan    pengiriman cepat serta tepat.
·    Menciptakan dan memelihara hubungan yang baik, sehat dan berkelanjutan dengan pelanggan, pemasok, karyawan, pemegang saham dan lingkungan.


Struktur Organisasi

                         Director
                                       |
                             Key Account
                                  Manger
                                       |
__________________________________________
       |                     |                       |                       |
Area Sales     Area Sales       Area Sales      Area Sales
  Manager       Manager          Manager        Manager