Kamis, 01 Maret 2012

RUANG LINGKUP EKONOMI


Nama    : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
Kelas    : 2KA30
NPM     : 10110601


Definisi
     Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan
     Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."

Metodologi
Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga
     Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.

Masalah ekonomi bagi produsen
Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi oleh produsen :
a. Barang apa yang harus diproduksi (what)
b. Bagaimana barang tersebut diproduksi (why)
c. Untuk siapa barang tersebut diproduksi (what for)

Masalah ekonomi yang dihadapi konsumen
Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumen akan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat pendapatan atau penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.

Pengaruh mekanisme harga
     Krisis finansial global yang terjadi sejak akhir tahun 2007 telah menyebabkan perlambatan ekonomi global secara bertahap. Diperkirakan daya beli masyarakat menurun. Banyak pihak mengatakan bahwa krisis hanya terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun perlu diingat bahwa sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang tumbuh (energing market) menguasai 60% pangsa pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara-negara maju. Karena itu, jika terjadi penurunan permintaan, pasti akan berdampak terhadap permintaan barang-barang dari negara-negara yang sedang tumbuh (emerging countries). Tentu hal ini akan berakibat pada menurunnya kinerja berbagai sektor usaha, khususnya industri.

Sistem Perekonomian

Sistem Ekonomi Tradisional
     Merupakan suatu sistem ekonomi yang masih menggunakan faktor-faktor produksi dengan pola tradisional atau adat kebiasaan yang tergantung pada faktor alam. Mtoivasi kegiatan ekonominya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan bersama.

Sistem Ekonomi Pasar
     Adalah suatu sisten ekonomi yang sebagian besar barang-barang kapital baik yang buatan manusia maupun buatan alam yang dimiliki swasta. Proses produksi, distribusi, dan konsumsinya dilaksanakan dalam rangka mencari laba yang sebesar-besarnya oleh pemilik.

Sistem Ekonomi Terpusat
     Suatu sistem ekonomi yang seluruh kebijakan perekonomiannya ditentukan oleh pemerintah. Motivasi kegiatan ekonomi nya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dan untuk kemakmuran negara.

Sistem Ekonomi Campuran
     Merupakan sistem ekonomi hasil dari perpaduan dari sistem ekonmi pasar dengan sistem ekonomi terpusat sehingga kelemahan-kelemahan yang ada pada kedua sistem tersebut dapat diatasi. Pada sistem ekonomi ini ada kebebasan bagi perseorangan dan swasta untuk ikut dalam kegiatan ekonomi.

Sistem Ekonomi Indonesia
     Dikenal sebagai Demokrasi Ekonomi merupakan Sistem Ekonomi yang dijalankan oleh Indonesia. Pda sistem ini, kegiatan produksi dilakukan oleh semua, untuk semua, dan dibawah pimpinan atau kepemilikan oleh anggota-anggota masyarakat. Motivasi kegiatan ekonominya dalah untuk kemakmuran masyarakat dengan memenuhi kebutuhannya dan mengembangkan keselarasan, keserasian serta keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat.

Sumber:


Selasa, 25 Oktober 2011

Tokoh Pemimpin Otokratis


Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30
Kelompok 1

Tokoh Otokratis

Mobutu Sese Seko (Presiden Zaire 1965-1997)



Joseph Desire Mobutu lahir 14 Oktober 1930 di kota Lisala, Republik Demokratik Kongo (sebelumnya dikenal sebagai Kongo Belgia) sebagai bagian dari suku Ngbandi. Nama ini kemudian ia ganti menjadi Mobutu atau Joseph Mobutu-Sese Seko, Makna dari nama barunya adalah sangat agung. Itu karena ia menganggap dirinya ksatria kukuh yang dikaruniai keterampilan, kecerdikan, dan sanggup memenangkan segala macam pertempuran.

Namun, citra namanya jauh sekali dengan perangainya semasa 30 tahun pemerintahannya. Buktinya, hanya empat tahun setelah bergabung dengan pergerakan nasionalis (1956), ia sudah berani mengkudeta pemerintahan nasionalis Patrice Lumumba, dan menyatakan diri sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Kongo.

Pada tahun 1956 letjen Mobutu lagi-lagi mengkudeta Presiden Kasavubu. Hal ini di lakukan karena ia tidak senang ada ketegangan antara Presiden Kasavubu dan Perdana Menteri Moise Tschombe. Mobutu lalu mendeklarasikan diri sebagai penguasa Kongo hingga lima tahun kedepan. Sejak saat itu ia menjadi orang yang paling berkuasa di Kongo hingga dipilih secara resmi pada tahun1970.

Satu tahun kemudian Mobutu mengganti nama Zaire menjadi Republik Zaire (1971). Ia lalu melancarkan kampanye anti-Eropa dan gencar mengkampanyekan budaya Afrika. Dari peristiwa inilah Mobutu mengganti namanya dari Dari Joseph Desire Mobutu menjadi Mobutu Sese Seko.

Pada tahun 1977 ia ditekan untuk memperbolehkan perusahaan-perusahaan Eropa berbisnis kembali di Zaire. Sadar bahwa pemerintahannya nyaris lumpuh, ia kemudian meminta bantuan Belgia untuk memerangi pemberontak di Provinsi Katanga. Beruntung, Mobutu masih bisa memepertahankan posisinya. Ia terpilih lagi menjadi presiden Republik Zaire.

Tapi kedudukan inilah yang membuat Mobutu melakukan kleptokrasi atau sebuah bentuk administrasi publik yang menggunakan uang yang berasal dari publik untuk memperkaya diri sendiri. Tidak hanya itu Mobutu juga melakukan nepotisme, dimana ia memberikan jabatan pemerintah dan militer kepada kerabat dekatnya dan sesama suku Ngbandi. Ia juga menjadikan puteranya, Nyiwa, menjadi "putra mahkota" untuk menggantikan beliau sebagai presiden, namun, rencana ini berantakan akibat kematian Nyiwa akibat penyakit AIDS tahun 1994.

Awal tahun 1990-an ekonomi Zaire tak kunjung membaik dan sejumlah perlawanan diarahkan kepadanya. Salah satu kelompok anti-Mobutu dari kalangan pemerintahan dipimpin oleh Laurent Monsengwo dan Etienne Tshisekedi Kelompok Tutsi berhasil menguasai wilayah timur Zaire.. Kelompok Tutsi tak lain adalah oposan lama Mobutu. Perlawanan dilakukan karena Mobutu pernah memberi keleluasaan pada etnis Hutu utnuk melakukan genosida (pembunuhan massal) di Rwanda tahun 1994.

Tanggal 16 Mei 1997, kelompok pemberontak Tutsi dan kelompok lain anti-Mobutu berkoalisi membentuk Kelompok Pembebasan Demokrasi Kongo-Zaire. Mereka berhasil menguasai Kinshasha. Laurent Desire Kabila muncul sebagai presiden baru. Nama Zaire dikembalikan lagi menjadi Kongo atau Republik Demokrasi Kongo. Mobutu mengungsi ke Togo. Setelah itu tinggal di Rabat, Maroko. Pada tahun yang sama (1997) ia meninggal karena penyakit kanker prostat yang merupakan salah satu penyakit yang ia derita.

*Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Mobutu_Sese_Seko

PT Niaga Harmoni Indonesia: Latar Belakang dan Struktur Organisasi


Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30
Kelompok 1




PT NIAGA HARMONI INDONESIA
(NHI)


Latar Belakang
      PT Niaga Harmoni Indonesia (NHI) adalah salah satu anak perusahaan PT Sentra Boga Handal yang bergerak dalam bidang pendistribusian makanan. Berdiri sejak awal tahun 2008 dengan kantor pusat di Jakarta. PT NHI terus membangun jaringan distribusi sekaligus memberikan peluang usaha ke beberapa daerah di Indonesia lainnya.
     PT NHI berupaya mengharumkan produk negeri sendiri baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Produk-produk yang di salurkan adalah produk yang bersumber asli dari alam Indonesia dengan kandungan gizi tinggi serta telah terdaftar pada BPOM dan LPPOM MUI.
     Usaha perusahaan tidak pernah berhenti dalam meningkatkan kualitas layanan di bidang jaringan pemasaran, armada, sarana dan prasarana logistik. Komitmen ini membawa perusahaan untuk terus berkembang dengan adanya Distribution Centre di Cibitung dan kantor-kantor cabang di Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali.

Visi
Perusahaan Distributor Nasional yang mampu bersaing secara global.

Misi
·        Berorientasi kepada kepuasan pelanggan.
·    Menyediakan produk berkualitas, harga terjangkau, tempat penyimpanan yang nyaman dan layanan    pengiriman cepat serta tepat.
·    Menciptakan dan memelihara hubungan yang baik, sehat dan berkelanjutan dengan pelanggan, pemasok, karyawan, pemegang saham dan lingkungan.


Struktur Organisasi

                         Director
                                       |
                             Key Account
                                  Manger
                                       |
__________________________________________
       |                     |                       |                       |
Area Sales     Area Sales       Area Sales      Area Sales
  Manager       Manager          Manager        Manager

Tulisan 4 dan 5


Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30

Tulisan 4

Teori Organisasi
     Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terikat dengan peraturan yang ada yang telah disepakati. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Arti dari teori organisasi
     Teori Organisasi adalah suatu konsepsi, pandangan, tinjauan, ajaran, pendapat atau pendekatan tentang pemecahan masalah organisasi sehingga lebih dapat berhasil dan organisasi dapat mencapai sasaran yang ditetapkan.Yang dimaksud dengan masalah yaitu segala sesuatu yang memperlukan pemecahan bukan merupakan masalah.

Jadi, yang dimaksud dengan masalah organisasi adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kepentingan organisasi yang memperlukan pemecahan dan pengambilan keputusan.

     Usaha untuk memecahkan masalah berbagai msalah organisasi yang sangat kompleks itu memunculkan berbagai kajian untuk lebuh memahami efektivitas organisasi. Dari usaha intelektual itu kemudian berkembanglah berbagai teori organisasi dengan berbagai kaidah dan rumusannya.
     Teori organisasi bukan merupakan dogma dan juga bukan teori yang memiliki kebenaran mutlak. Dari berbagai teori yang dikemukakan oleh para ahli tidak satupun yang memiliki kebenaran mutlak sehingga masing-masing teori berdiri sendiri. Namun demikian teori itu saling melengkapi karena masing-masing ahli menggunakan sudut tinjauan sendiri-sendiri.

Dari sumber yang saya dapat, teori organisasi dibedakan menjadi 9 macam, yaitu:
·         Teori Organisasi Klasik
·         Teori Organisasi Birokrasi
·         Teori Organisasi Human Relations
·         Teori Organisasi Perilaku
·         Teori Organisasi Kepemimpinan
·         Teori Organisasi Fungsi
·         Teori Organisasi Pembuatan Keputusan
·         Teori Organisasi Kontigensi


Tulisan 5

     Pada tulisan 5 ini saya akan menjelaskan secara rinci tentang Teori Organisasi Klasik.

Teori Organisasi Klasik
     Teori organisasi klasik disebut juga teori organisasi tradisional, teori organisasi spesialisasi, teori formalisme, teori struktur (the structure theory of organization). Teori klasik muncul sebagai akibat dari usaha yang ditempuh untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi dengan menentukan prinsip-prinsip yang dapat dipergunakan sebagai pedoman bagi para manager dalam melaksanakan  tugas.

Menurut Henry Fayol, bahwa prinsip-prinsip ini sangat bermanfaat, tetapi bersifat sementara. Dan memandang seni manajemen terdiri dari keahlian memilih prinsip yang cocok untuk situasi tertentu.

     Di dalam teori klasik memiliki beberapa prinsip-perinsip dam konsep, yang digunakan sebagi pikiran pokok dalam mengatur sebuah organisasi.Antara lain:

Prinsip Hieraki
     Prinsip ini adalah dasar dari pmikiran teori-teori klasik. Bahwa dalam suatu organisasi harus ada wewenang dan tanggung jawab yang dijalankan oleh pimpinan tertinggi dan hingga sampai pada tingkat bawah atau personal yang bertugas sebagai pelaksana. Di sini peranan pimpinan sangat diperlukan guna mengatur system kerja organisasi agar pekerjaan dapat terarah dan terorganisir. Dengan menggunakan perinsip ini kita dapat semakin jelas mengetahui antara hubungan tanggung jawab dan kewenangan dari yang paling bawah sampai pada pimpinan yang tertinggi.

Prinsip Kesatuan Komando
     Prinsip ini menekankan bahwa sebaiknya dalam suatu organisasi hanya ada satu atasan saja yang memberikan komando kepada bawahan supaya ada kesatuan komando dan koordinasi yang seragam sehingga tidak membuat bawahan menjadi bingung. Tetapi hal ini ditentang oleh Frederick Taylor dalam pendapatnya yang bertajuk “Functional Foreman” yang berisi “ Bahwa setiap bawahan mengenai aspek yang sama dari pekerjaannya hanya boleh tunduk pada satu atasan langsung.”. dalam menyikapi dua hal yang berbeda ini kita sebaiknya dapat membagi pekerjaan menjadi lebih spesifik lagi dan di dalamnya terdapat seorang kordinator yang bertanggung jawab atas segala sesuatu hal yabg terjadi di dalamnya. hal ini akan dapat mengurangi kesalah pahaman yang terjadi dalam organisasi tersebut yang diakibatkan oleh tumpang tindihnya perintah dari atasan.

Prinsip Sepesialisasi
     Untuk mencapai efisiensi kerja dalam melaksanakan fungsi-fungsi dalam organisasi, maka diperlukan pembagian kerja yang sistematis menurut keahlian tap-tiap pribadi. Hal ini akan dapt semakin memaksimalkan hasil dan prestasi pekerjaan yang dicapai.

Prinsip Jangkauan Terbatas
     Dikatakan bahwa dalam suatu pengawasan yang dilakukan atasan hendaknya ada batasan. Hal ini dimungkinkan bahwa kemampuan seseorang sangatlah terbatas antara lain ; terbatasnya waktu , kekuatan fisik , kesanggupan apakah seorang atasan akan dapat secara terus menerus dapat mengontrol pikiran atau cara kerja seorang bawahan. Tetapi prinsip ini tidak jelas karena tidak disebutkan secara pasti batasan-batasan itu. Walaupun prinsip ini sudah dihilangkan oleh para penentang Teori Klasik karena tidak ada dasar angka teoritis namun prinsip ini memiliki kelebihan untuk memberikan batasan kepada atasan dalam mengawasi bawahan agar tidak semena-mena terhadap atasannya.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tulisan 1, 2, dan 3

Nama       : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM        : 10110601
Kelas        : 2KA30

Tulisan 1

Unsur-Unsur Organisasi.
     Secara sederhana unsur organisasi ada tiga unsur, meliputi orang-orang, kerjasama, dan tujuan bersama. Tetapi tiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, akan tetapi saling berhubungan sehingga merupakan suatu kesatuan yang utuh.
     Unsur-unsur organisasi:
1. Man
2. Kerjasama
3.Tujuan bersama
4. Peralatan.
5. Lingkungan (Environment)
6. Kekayaan alam
7. Kerangka atau kontruksi mental organisasi

     Pada tulisan yang pertama ini saya akan menjelaskan secara detail tentang unsur-unsur organisasi yang meliputi ‘Lingkungan (Environment)’.

Lingkungan (Environment)
     Yang termasuk faktor lingkungan ini misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomis, dan teknologis. Termasuk dalam unsur lingkungan, antara lain :
·         Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap gaya gerak dan kehidupan organisasi, karena kondisi/situasi yang akan selalu mengalami perubahan.
·         Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi yang harus dilakukan oleh organisasi.
·         Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi.

Untuk wilayah operasi saya akan menjelaskan secara detail di tulisan kedua.


Tulisan 2

     Pada tulisan kedua ini masih ada hubungannya tentang unsur organisasi di bidang linkungan (environment), yaitu saya akan menjelaskan tentang wilayah operasi.
     Wilayah operasi dibedakan menjadi :
·         Wilayah kegiatan, menyangkut jenis kegiatan atau macam kegiatan apa saja yang boleh dilakukan sesuai dengan tujuan organisasi.
·         Wilayah jangkauan atau Wilayah teritorial, menyangkut wilayah atau daerah organisasi.
·         Wilayah personil, menyangkut semua pihak (orang-orang, badan-badan) yang mempunyai hubungan dan kepentingan dengan organisasi.
·         Wilayah kewenangan atau kekuasaan, menyangkut semua urusan persoalan kewajiban tugas dan tanggung jawab dan kebijaksanaan yang harus dilakukan dalam batas-batas tertentu yang tidak boleh dilampaui sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Tulisan 3

     Pada tulisan ketiga ini masih ada hubungannya dengan unsur-unsur organisasi, yang membedakan dengan tulisan sebelumnya yaitu, tulisan ini mencakup tentang ‘kerangka atau kontruksi mental organisasi.

Kerangka atau Kontruksi Mental Organisasi
     Kontruksi mental organisasi ini merupakan prinsip-prinsip organisasi. Organisasi modern dibangun dan digerakan berdasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
·         Pembagian tugas (division of work)
·         Pendelegasian wewenang (delegation of outhority)
·         Disiplin (discipline)
·         Kesatuan perintah (unity of command)
·         Kesatuan arah (unity of direction)
·         Rentangan pengawasan (spon of control)
·         Koordinasi (coordination)
·         Jenjang oerganisasi (hierarchy)
·         Sentralisasi (centralization)
·         Inisiatif (inisiative)
·         Kesatuan jiwa korp (esprit de corp)

Kamis, 07 April 2011

IBD BAB 11


Nama      : Ambrosius Nurhadi Prasetyo
NPM       : 10110601
Kelas      : 1KA26


BAB 11
MANUSIA DAN HARAPAN

Pengertian Harapan

     Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi atau suatu yang belum terwujud. Kata orang manusia tanpa harapan adalah manusia yang mati sebelum waktu-nya. Karena harapan adalah sesuatu yang hendak kita raih dan terpampang dimuka, harapan merupakan ciptaan yang kita buat sebagai sesuatu yang hendak kita raih. Jadi hidup tanpa harapan adalah hidup tanpa visi dan tujuan.

Sebab Manusia Mempunyai Harapan

     Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Seseorang dapat hidup dan berkembang balk fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yaitu:

1.      Dorongan Kodrat
2.      Dorongan kebutuhan hidup

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah:

a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)

Kepercayaan

     Kepercayaan berasal dari kata percaya,artinya mengakui atau meyakini akan sesuatu kebenaran. Kepercayaan ialah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.

3 Teori Kebenaran

Teori-teori kebenaran yang telah terlembaga tersebut adalah:

1.      Teori Kebenaran Korespondensi
            Teori ini dikenal sebagai salah satu teori kebenaran tradisional atau teori yang        
            paling tua.

2.  Teori Kebenaran Koherensi
            Teori ini juga termasuk dalam katagori teori tradisional yang dibangun oleh para
            pemiir rationalis seperti Leibniz, Sinoza, Hegel, dan Bradley.

3.  Teori Kebenaran Pragmatis
            Termasuk juga sebagai teori tradisional, paham pragnatis sesungguhnya
             merupakan pandangan filafat kontenporer yang berkembang pada akhir abad XIX
            dan awal abad XX oleh tiga filusuf Amaerika, yaitu C.S. Pierce, Wiliam James
            dan John Dewey.


Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :

a) meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b) meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
c) meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dennawan, dan
    sebagainya
d) mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e) menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fiinah, dan sebagainya.


Sumber: